Selasa, 02 April 2013

Tugas IBD 3


Seorang Pemimpin yang Mencintai Sastra

            Jika Seorang pemimpin mencintai sastra n peduli dengan sastra tersebut, di Negara ini akan banyak dibudayakan sastra dan di angkat sebagai hal yang penting dan tidak boleh di abaikan, bahkan sastra itu akan dibudidayakan, jadi bila pemimpin kita mencintai sastra, Negara pun akan menjadi kaya sastra dan masyarakatnya pun lambat laun akan mencintai dan menjaga sastra tersebut, jadi cintailah sastra mulai dari diri sendiri, karna mencintai n membudidayakan nya adalah sebagian dari tugas kita

           Sastra (Sanskerta: शास्त्र, shastra) merupakan kata serapan dari bahasa Sanskerta śāstra, yang berarti "teks yang mengandung instruksi" atau "pedoman", dari kata dasar śās- yang berarti "instruksi" atau "ajaran". Dalam bahasa Indonesia kata ini biasa digunakan untuk merujuk kepada "kesusastraan" atau sebuah jenis tulisan yang memiliki arti atau keindahan tertentu.
Yang agak bias adalah pemakaian istilah sastra dan sastrawi. Segmentasi sastra lebih mengacu sesuai defenisinya sebagai sekedar teks. Sedang sastrawi lebih mengarah pada sastra yang kental nuansa puitis atau abstraknya. Istilah sastrawan adalah salah satu contohnya, diartikan sebagai orang yang menggeluti sastrawi, bukan sastra.
Selain itu dalam arti kesusastraan, sastra bisa dibagi menjadi sastra tertulis atau sastra lisan (sastra oral). Di sini sastra tidak banyak berhubungan dengan tulisan, tetapi dengan bahasa yang dijadikan wahana untuk mengekspresikan pengalaman atau pemikiran tertentu.
Biasanya kesusastraan dibagi menurut daerah geografis atau bahasa.
Jadi, yang termasuk dalam kategori Sastra adalah:
  • Novel
  • Cerita/cerpen (tertulis/lisan)
  • Syair
  • Pantun
  • Sandiwara/drama
  • Lukisan/kaligrafi

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Komentar lah dengan memakai bahasa ANDA